Bunda dari segala bunda kebahagiaan..
Mengapa bunda melarang ananda kebahagiaan berteman dengan diriku..
Walau itu hanya sekedar menyapa semata..
Bunda dari segala bunda kebahagiaan..
Mengapa dalam mimpi pun kami dilarang tuk saling menyapa..
Apakah aku terlalu hina dan penuh dosa bagi bunda..
Apakah hanya dalam kehidupan keabadian di dalam tanah Tuhan..
Kami bisa saling menyapa dan bersama lagi..
Bunda dari segala bunda kebahagiaan..
Tuntunlah langkah ini dalam kematian..
Raga ini tak kuat lagi bila hidup tanpa jiwa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar